Berjayanya Sebuah usaha "mie Bakso Apollo" tak lain tak bukan dari peran sang maestro (pemilik) Bapak Harry Tjahyadi. Dulunya beliau hanyalah seorang penjual kosmetik disebuah pasar di daerah bogor. Namun diluar dugaan diluar prediksi suatu hari beliau dan teman-teman pedagang lainnya mendapat musibah. "seisi pasar terbakar ketika itu" ruko dan kios-kios terbakar semua.
Akibatnya sudah dapat diduga beliau pun akhirnya kehilangan mata pencaharian. Memang dari dasarnya beliau orang yang pantang menyerah, beliau tidak langsung berpasrah diri. beliau tidak mau terlena pada musibah yang telah menimpanya tersebut.
Dengan bermodal tekad menghidupi istri dan 3 anaknya, beliau pun mencoba memutar otak, mencari usaha yang pas. Untuk kembali usaha kosmetik beliau tidak mau. tak banyak pembelinya kata beliau
Seperti orang lain yang harus mengurus bisnis tiba-tiba , beliau menjatuhkan peilihan pada usaha kuliner..
dengan alasan yang klasik " siapa yang tak butuh makan" kata beliau..
Beliau juga tidak mau repot-repot mencari dagangan apa yang bakal dijual. Tanpa pikir panjang, beliau lantas memilih untuk menjual makanan "MIE BAKSO" selain banyak yang suka mie bakso juga dapat dimakan kapan saja.
Beliau juga tak perlu berfikir muluk-muluk waktu mencari tempat untuk berjualan, beliau tetap memilih pasarlah sebagai tempatnya berjualan. Menurut beliau, pasar adalah tempat yang paling strategis karena banyak didatangi orang. Seluruh sisa tabungan beliau gunakan untuk membeli tempat, sementara untuk modal beli bahan baku beliau hanya mengawali modalnya hanya dengan Rp200.000. untuk membeli satu pak tepung terigu bahan mie, sementara baksonya beliau hanya memakai 15 kg daging sapi saja awalnya. "sejak awal beliau sudah bertekad akan membuat mie dan bakso sendiri" selain lebih hemat dan lebih terjaga kualitasnya dan lebih dapat menyesuaikan selera pasar..
nantikan lanjutan ceritanya.....
Kumpulan Kisah Sukses Interpreuner Indonesia
Minggu, 06 Mei 2012
Minggu, 01 Mei 2011
Kunci Sukses "Melayani Dengan Baik"
Pada suatu hari ada seseorang wanita pengemis, memasuki sebuah mall yang mewah dan megah. Hari itu bertepatan menjelang akhir tahun. Semua toko berhias dengan macam-macam accesories sehingga semakin indah pemandangan di mall tersebut. Semua lantainya berhiaskan karpet yang baru dan cerah. Meskipun begitu sang pengemis tetap memasuki sebuah toko menjual macam-macam baju. Badan si pengemis tadi mungkin sudah tidak pernah mandi berminggu-minggumenyebabkan bau yang tidak sedap dan sangat menyengat di hidung. Saat itu ada seorang pengusaha yang mengikutinya dari belakang dia berjaga-jaga kalau ada security mall tersebut yang mau mengusir si pengemis. maka dia mungkin dapat membela atau membantu akan pengemis tadi.
Pasti pemilik atau pengurus toko mewah ini tidak ingin ada pengemis kotor dan bau ini mengganggu para pelanggan terhormat yang ada didalam toko tersebut. begitu pemikiran sang pengusaha tadi. Tetapi pengemis ini terus bisa masuk ke bagian-bagian dalam toko itu. Tidak ada petugas yang coba mencegat dan mengusirnya, Aneh juga yaaa.. padahal pelanggan lain berlalu lalang disitu dengan setelan jas atau gaun yang mewah-mewah.
Rupanya sang pengemis itu sedang mencari sesuatu di bagian gaun wanita. dia mendatangi counter paling eksklusif yang memajang gaun-gaun mahal dan bermerek dengan harga rata-rata diatas 10jutauntuk satu gaun. Wanita itu melihat-lihat gaun yang dipajang tersebut, lalu kemudian sang pelayan datang dan bertanya..
"Apa ada yang dapat saya bantu untuk anda?"
"Saya ingin mencoba gaun biru muda ini"
Kalau anda berada di posisi pelayan itu, bagaimana respon anda? Wah, kalau pengemis ini mencobanya, pasti gaun-gaun mahal ini akan jadi kotor dan berbau. dan pelanggan lain melihat mungkin akan merasa jijik membeli baju-baju ini setelah dia pakai.Apalagi bau badan pengemis ini sangat menyengat, tentu akan merusak gaun-gaun itu. Akan tetapi mari kita simak apa jawaban sang pelayan toko busana mahal tersebut.
"Berapa ukuran yang perlu anda andalkan..?"
"Saya tidak tahu"
"Baiklah, mari saya ukur dulu"
Sang pelayan mengambil pita meteran, dan mendekati pengemis itu, mengukur bahu,pinggang,dan panjang badannya pengemis.
Bau menusuk hidung terhirup ketika dia berdekatan dengan sang pengemis ini. Tapi dia cuek aja. dia melayani pengemis ini seolah-olah dialah pengunjung satu-satunya yang berkunjung ke counternya.
"ok saya sudah dapatkan nomor yang pas untuk ibu! silahkan dicoba" dia memberikan gaun itu untuk dicoba dikamar pas.
"Ah yang ini kurang cocok untuk saya. Apakah saya boleh mencoba yang lain..?"
"Oh tentu"
Pelayan tersebut menghabiskan waktu kurang lebih dua jam lamanya untuk melayani sang pengemis.
Apakah sang pengemis ini akan membeli salah satu gaun yang dicobanya tadi..? tentu saja tidak.! gaun seharga puluhan juta itu jauh dari jangkaun kemampuan keuangannya.
Sang pengemis kemudian berlalu begitu saja, Tetapi dengan kepala tegak karena dia merasa telah diperlakukan sebagai layaknya seorang manusia. Biasanya dia dipandang sebelah mata.
Tapi hari iyu ada seorang pelayan mall yang melayaninya dan seperti menganggapnya orang penting. dan mau mendengarkan permintaannya.
Pertanyaannya, Mengapa pelayan itu berepot-repot untuk melayaninya???
Bukankah kedatangan pengemis itu hanya membuang-buang waktu dan memakan biaya bagi toko itu karena harus mengirim gaun-gaunnya ke laundry untuk dicuci bersih agar kembali nampak Indah dan Tidak Bau.
Pertanyaan ini juga mengganggu bagi sang pengusaha yang dari tadi memperhatikan apa yang terjadi di counter busana mahal tersebut.
Kemudian sang pengusaha bertanya kepada sang pelayan toko itu setelah dia selesai melayani tamu "istimewa-nya"
"Kenapa anda membiarkan pengemis itu mencoba gaun-gaun bagus ini??"
"OHHH.. sudah menjadi kewajiban sayauntuk melayani dan berlaku ramah kepada tamu-tamu kami"
"Tetapi kan sebenarnya anda tahu sang pengemis itu tidak mungkin sanggup membeli gaun-gaun mahal ini??"
"MAAF.. Kalau soal itu bukan urusan saya, saya tidak dalam posisi untuk menghakimi dan menilai para tamu dan pelanggan saya, Tugas saya hanyalah untuk melayani dengan sebaik-baiknya"
Sang pengusaha langsung tersentak kaget.. Dizaman yang penuh ke egoisan ini ternyata masih ada orang-orang yang tugasnya melayani dan berbuat baik, tanpa perlu menghakimi orang lain.
Sang pengusaha ini alhirnya langsung memutuskan untuk membawakan briefing dengan tema "MELAYANI DENGAN BAIK"
Tema ini ternyata mampu ampuh menyentuh, dan kemudian diberitakan dihalaman-halaman surat kabar dikota itu. Berita itu menggugah banyak orang sehingga mereka juga penasaran dan ingin dilayani di toko eksklusif tersebut....
"" Pengemis itu tidak membeli apa-apa,tidak memberi keuntungan apa-apa, Namun akibat perlakuan istimewa toko itu kepadanya, Hasil penjualan toko itu akhirnya meningkat drastis.. Sehingga pada bulan itu keuntungannya naik 50%""
Kisah ini semoga menjadi inspirasi bagi kita semua....
Langganan:
Postingan (Atom)

