Minggu, 06 Mei 2012

Rahasia sukses "servis pada pelanggan"

Berjayanya Sebuah usaha "mie Bakso Apollo" tak lain tak bukan dari peran sang maestro (pemilik) Bapak Harry Tjahyadi. Dulunya beliau hanyalah seorang penjual kosmetik disebuah pasar di daerah bogor. Namun diluar dugaan diluar prediksi suatu hari beliau dan teman-teman pedagang lainnya mendapat musibah. "seisi pasar terbakar ketika itu" ruko dan kios-kios terbakar semua.
Akibatnya sudah dapat diduga beliau pun akhirnya kehilangan mata pencaharian. Memang dari dasarnya beliau orang yang pantang menyerah, beliau tidak langsung berpasrah diri. beliau tidak mau terlena pada musibah yang telah menimpanya tersebut.
Dengan bermodal tekad menghidupi istri dan 3 anaknya, beliau pun mencoba memutar otak, mencari usaha yang pas. Untuk kembali usaha kosmetik beliau tidak mau. tak banyak pembelinya kata beliau
Seperti orang lain yang harus mengurus bisnis tiba-tiba , beliau menjatuhkan peilihan pada usaha kuliner..
dengan alasan yang klasik " siapa yang tak butuh makan" kata beliau..
Beliau juga tidak mau repot-repot mencari dagangan apa yang bakal dijual. Tanpa pikir panjang, beliau lantas memilih untuk menjual makanan "MIE BAKSO" selain banyak yang suka mie bakso juga dapat dimakan kapan saja.
Beliau juga tak perlu berfikir muluk-muluk waktu mencari tempat untuk berjualan, beliau tetap memilih pasarlah sebagai tempatnya berjualan. Menurut beliau, pasar adalah tempat yang paling strategis  karena banyak didatangi orang. Seluruh sisa tabungan beliau gunakan untuk membeli tempat, sementara untuk modal beli bahan baku beliau hanya mengawali modalnya hanya dengan Rp200.000. untuk membeli satu pak tepung terigu bahan mie, sementara baksonya beliau hanya memakai 15 kg daging sapi saja awalnya. "sejak awal beliau sudah bertekad akan membuat mie dan bakso sendiri" selain lebih hemat dan lebih terjaga kualitasnya dan lebih dapat menyesuaikan selera pasar..

nantikan lanjutan ceritanya.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar